Publikasi

  • 29 Sep 2021

[NEWS] Mendag RI Terima Kunjungan Mendag Australia, Bahas Penguatan Ekonomi Pasca-Pandemi Covid-19

Jakarta, 29 September 2021 Menteri Perdagangan RI Muhammad Lutfi menerima kunjungan Menteri Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi Australia Daniel Thomas Tehan MP di Kantor Kementerian Perdagangan di Jakarta, pada hari ini, Rabu (29/9). Dalam pertemuan tersebut, Indonesia dan Australia bertekad meningkatkan nilai perdagangan dan investasi kedua negara dan memberikan kontribusi positif, baik regional maupun multilateral dalam pemulihan ekonomi dunia pasca-pandemi Covid-19.

Kunjungan ini mencerminkan komitmen kedua negara untuk meningkatkan nilai perdagangan dan investasi selepas implementasi Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) yang telah berlaku pada 5 Juli 2020. Pertemuan ini juga sebagai upaya pemulihan ekonomi kedua negara pasca-pandemi COVID-19,” jelas Mendag Lutfi dalam konferensi pers yang digelar usai pertemuan.

Kunjungan Mendag Dan Tehan merupakan kunjungan perdana ke Indonesia setelah dilantik pada Desember 2020. Kunjungan tersebut sekaligus sebagai upaya mempererat hubungan kerja sama ekonomi Indonesia dan Australia.

Pertemuan Bilateral
Selain implementasi IA-CEPA, sejumlah hal yang dibahas dalam pertemuan tersebut yaitu berbagai isu perdagangan dan investasi dalam beberapa fora, yaitu proses ratifikasi Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) dan peningkatan ASEAN Australia New Zealand Free Trade Area (AANZFTA). Selain itu, dibahas persiapan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) Ministerial Meeting serta isu-isu yang berkembang di G20, Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC), serta World Trade Organization (WTO).

“Secara umum, Indonesia dan Australia sepakat mempererat kerja sama kedua negara untuk saling melengkapi. Indonesia dan Australia harus lebih berani dan kreatif dalam mengupayakan pendekatan baru untuk meningkatkan pemulihan kedua ekonomi pasca pandemi,” terang Mendag Lutfi.

Mendag Lutfi mengungkapkan, terdapat investasi penting di sektor pertambangan, kesehatan, dan pendidikan tinggi. “Selain itu, IA-CEPA telah berjalan. Kami sampaikan juga bahwa pertemuan pertama Joint Committee IA-CEPA yang merupakan forum untuk memonitor implementasi IA CEPA, telah dilaksanakan pada 25 Agustus 2021 lalu,” jelas Mendag Lutfi.

CEO Roundtable
Di sela kunjungan Menteri Dan Tehan, diselenggarakan Virtual CEO Roundtable yang melibatkan para pelaku usaha Indonesia dan Australia di sejumlah sektor yang memiliki prospek kerja sama yang potensial di antara kalangan bisnis di kedua negara, yaitu pendidikan, agrobisnis, pertanian, kesehatan, pertambangan, dan energi terbarukan. Virtual CEO Roundtable ini juga merupakan tindak lanjut kunjungan Presiden RI Joko Widodo ke Australia pada Februari 2020 lalu.

Dalam kesempatan tersebut, Mendag Tehan juga menyampaikan, telah meluncurkan buku ‘Australian Blueprint for Trade and Investment with Indonesia’ sebagai panduan bisnis Australia untuk berinvestasi di Indonesia.

Pertemuan Mendag Lutfi, Menteri Tehan, dan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan
Mendag Lutfi dan Menteri Tehan juga dijadwalkan bertemu dengan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan. Sejumlah agenda yang dibahas dalam pertemuan tersebut, di antaranya perkembangan dan potensi investasi Australia di Indonesia, terutama setelah berlakunya IA-CEPA; UU Cipta Kerja; dan Sistem Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik (Online Single Submission/OSS).

Hubungan Perdagangan dan Investasi antara Indonesia dan Australia
Kemendag mencatat, nilai total perdagangan Indonesia dan Australia periode JanuariJuli 2021 sebesar USD 6,82 miliar. Ekspor Indonesia ke Australia pada periode tersebut tercatat sebesar USD 1,36 miliar dan impor Indonesia dari Australia tercatat sebesar USD 2,69 miliar. Ekspor utama Indonesia ke Australia antara lain peralatan televisi, kayu, pupuk, mesin, emas, dan pipa besi. Adapun impor Indonesia dari Australia di antaranya gandum, batu bara, bijih besi, minyak bumi, dan gula.

Pada sektor investasi, Australia merupakan sumber investasi asing langsung atau foreign direct investment (FDI) ke-10 dengan nilai USD 348 juta dan 1.562 proyek di sektor pertambangan, industri mesin, elektronik, tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan pada 2020.

Sumber : Kementerian Perdagangan